IKS Jogja Weblog

Media Informasi dan Komunikasi Warga Sunggingan

Arsip untuk ‘Motivasi’ Kategori

Mengucap Syukur

Ditulis oleh Made Sumiarta di/pada September 24, 2008

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu.
Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang,kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya.Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya,”Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?”

Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia menolak untuk menikah dengannya.Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis
sepucuk surat singkat kepada gadis itu, “Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya.”

* * * *

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah.Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

Hidup adalah anugerah
Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar – Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu – Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu – Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu – Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga.

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu – Ingatlah akan seseorang yang begitu mengaharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.

Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang
membersihkan atau menyapu lantai – Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.

Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh – Ingatlah akan sesorang
yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu – Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.

Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain – Ingatlah bahwa tidak
ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu – Pasanglah senyuman di
wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada
di dunia ini.

Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah itu, dengan penuh rasa syukur dan Iklas.

NIKMATILAH SETIAP SAAT DALAM HIDUPMU, KARENA MUNGKIN ITU TIDAK AKAN
TERULANG LAGI!

Ditulis dalam Motivasi | Leave a Comment »

Sumpit Cina

Ditulis oleh Made Sumiarta di/pada September 2, 2008

Pada suatu kesempatan, Pagi yang cerah, seorang teman lama main kerumah, beliau seorang yang tergolong memiliki prinsif hidup yang kuat, maklum beliau berlatar belakang pendidik. Dalam perjalanan hidup Beliau yang penuh dengan lika-liku dan perjuangan demi satu pembuktian bahwa setiap manusia berhak dan bisa menjadi yang terbaik asalkan mereka mau berusaha. Seperti anak muda pada umumnya, Beliau tidak luput dari cerita kenakalan, urak-urakan, suka berkelahi, namun beliau seorang yang analitik. hingga beliau masuk bangku kuliah beliau disadarkan pada satu kenyataan bahwa yang menjadi juara kelas adalah seorang wanita, beliau merasa malu sekali, selama ini menganggap diri jagoan, pintar, tapi kenyataannya kalah oleh seorang wanita, akhirnya saat itu juga beliau memutuskan bahwa semester depan Beliau harus jadi juara. Mulai saat itu beliau berusaha keras, menata diri, tekun belajar, hingga pada semester berikutnya Beliau benar-benar bisa meraih Juara 1. Hingga memasuki dunia baru yaitu dunia rumah tangga, beliau menjadi instruktur komputer di beberapa LPK dan instruktur panggilan, setiap hari beliau bisa mengantongi Rp. 30.000 dari hasil mengajar, hasil yang cukup besar pada saat itu tahun 80an, karena kesibukan kerja demikian juga istri, maka setiap hari mereka tidak sempat masak dan akhirnya jajan setiap hari. merasa mudah mendapatkan uang, maka beliau kurang perhitungan dalam membelanjakan uangnya, beli ini, beli itu, hingga akhir bulan hasilnya 0 (Nol). hal ini berlangsung beberapa tahun, hingga pada suatu saat merenung, kenapa kehidupan saya hanya jalan ditempat padahal saya punya hasil yang lumayan. Suatu saat beliau sharing dengan beberapa teman atas kondisi beliau, seorang teman mengatakan begini “Pak Lihatlah orang cina, Orang cina makannya pakai sumpit” artinya apa? Orang cina kalau pendapatanya 5, maka 2 untuk dimakan sementara yang 3 ditabung. Bedahalnya dengan kita, “Kita makannya pakai tangan”, artinya, Kita kalau dapat penghasilan 5, langsung dimakan semua. Kita sering terpola seperti itu, dapat penghasilan lebih, langsung ganti HP, Ganti Motor, Ganti Mobil, Beli TV Baru, beli Kulkas, Jalan-jalan dan lain sebagainya, sehingga berapapun penghasilan kita, kita tidak akan pernah merasa cukup, kalau sudah begitu maka sulit sekali membesarkan otot syukur. kehidupan ini menjadi berat karena keluhan akan mendominasi hidup kita. kalau kita sadari bukankah bahagia atau sengsara itu adalah pilihan. kita menjadi sengsara jika kita mengijinkannya. Baca juga cerita lainnya di http://prema-anandaa.blogspot.com

Ditulis dalam Motivasi | Leave a Comment »